Monday, March 31, 2008

  JAM KARET

Kemarin March 30,2008 kami sekeluarga akan mengikuti acara "100% Sepeda - Save the planet, ride a bike" yang diadakan oleh Bintaro Jaya, acara akan berlangsung jam 6:30 (di leaflet), jadi kita menggenjot dari rumah dan tiba tepat waktu.. tapi ternyata tunggu punya tunggu, sampai jam 7:45 an, belum ada tanda tanda rombongan akan diberangkatkan.

Dan itu dikarenakan bapak bupati tidak bisa datang, dan bapak wakil bupati Tangerang datang terlambat.. what a ****, baru jadi wakil bupati sudah mental "ngaret" kalau memang tidak punya waktu ya tidak usah datang, daripada membiarkan peserta kepanasan dan mood bersepeda santainya sudah hilang bersama meningginya matahari..(untung gue ga ikut pemilihan bupati kemarin dzighh).

Kadang juga kenapa ya panitia acara - acara seperti ini, selalu mengundang pejabat untuk memberi aba - aba start atau pengguntingan pita acara bazar lah or something "remeh temeh" like that.. kan bapak pejabat sedang sibuk, mending start aja sendiri.. atau gunting pita sendiri.. saya juga mau koq kalau diminta.. hoek siapa elu.



Saturday, February 02, 2008

  BANJIRRR..

Kemarin (tanggal 1 Februari 2008) itu banjir dimana - mana, katanya banjir besar adanya setiap 5 tahun, lho kan ini belum 5 tahun sejak banjir 2007 itu?. Tapi kenapa bapak2 itu menyalahkan alam? Fenomena alam selalu jadi kambing hitam.

Drainage yang tidak berfungsi, dan sampah2 yang dibuang kekali, tapi yang nyata sih ijin2 pembangunan yang tidak pernah berhenti, sehingga menghabiskan tanah2 untuk penyerapan air.



Friday, January 04, 2008

  KB

Beberapa puluh tahun lalu mempunyai anak lebih dari dua, mungkin cukup masuk akal, karena pertumbuhan penduduk belum sehebat sekarang. Lalu muncullah KB (keluarga berencana) yang memasyarakatkan "dua anak saja cukup". Tapi sekarang gaungnya sudah hilang, tidak ada lagi menteri/pejabat yang mengurusi KB.

Dan yang menyebalkan sekarang ada keluarga yang menentang "dua anak cukup" dengan alasan kalau mereka mampu, why not have children more and more? Banyak keluarga sekarang yang mempunyai anak lebih dari dua, dengan alasan mereka mampu secara "financial", tapi bukan itu alasannya, apakah mereka tidak berpikir dengan makin bertambahnya penduduk, maka bumi yang tidak bertambah ini harus berbagi lebih banyak lagi.. Egois dan sombong banget kalau berpikir seperti itu, kenapa "kemampuan financial" nya itu tidak disalurkan ke hal2 yang lebih bermanfaat?.

Kan sekarang issue yang lagi nge-trend adalah save the world, dengan mengurangi beberapa hal, salah satunya dengan mengurangi jumlah populasi penduduk mungkin. Bayangkan, sekarang katanya world population is over 6.6 billion..



Friday, December 07, 2007

  SPG "SOK TAHU"

Walau sudah tidak muda tapi kami segerombolan wanita tidak tahu diri yang tidak pernah merasa tua, jadi kalau sudah "hang out" bareng kami masih merasa muda. Ya memang ada yang mengecat rambutnya tapi ada juga yang membiarkan rambut abu abu alias uban tidak ditutupi ataupun di"hair coloring".

Jadi waktu itu dua diantara wanita tua yang tidak mengecat rambutnya itu sedang lunch bareng di sebuah mall, ketika melewati sebuah counter softex yang sedang promo, dimana gerombolan SPG nya sedang menawarkan produknya.
SPG : "Ibu softexnya bu"
Dua wanita itu pun hanya melempar senyum manisnya, SPG tidak mau kehilangan kesempatan, dia malah mengejarnya dan berkata ;
SPG: "Bu softexnya kalau ga mau buat cucunya aja deh"... !%@^#**
"You what?" loh koq sok tau sih si SPG ini, dan patut diberi ganjaran, maka timbullah niat jahil si ibu2 tersebut..

Jadi berhentilah ibu2 tsb dan berkata :"Mbak memang tahu kalau saya sudah punya cucu?"
SPG : *mulai kecut*
Ibu : "Mbak jangan sok tahu ya, kita ini belum ada yang punya cucu, dan for your information, kita ga mau ditawarin softex bukan berarti kita ini sudah menopause, lalu kamu seenaknya menyuruh kami untuk membeli buat cucu kami?"
Nyerocos terus
"Biar udah ubanan tapi kita masih mens, dan kita masih belum punya cucu, lain kali yang sopan ya mbak, tanya dulu jangan langsung menuduh ya.."
SPG .. bengong..
Ibu2 berlalu dan 5 meter dari si SPG mereka ngakak sampai pingin pipis.. don't mess up with the old ladies..



Wednesday, December 05, 2007

  KEJAMNYA IBUKOTA

Saya bukan sok mau me"manja"kan anak2 saya, dengan tidak memperbolehkan mereka naik kendaraan umum, seperti angkot atau metro mini, walaupun mereka semua anak laki2. Karena dulu saya pengguna angkutan umum dari bus PELITA MAS JAYA (huh tahun berapa tuh), pokoknya dulu itu orang tua sayapun tidak takut melepas anak2nya untuk naik kendaraan umum. Tapi sekarang itu beda dengan jaman saya itu, mahluk dewasa tidak mempunyai rasa kemanusiaan terhadap anak2, maka itu saya super parno, dan tidak membiarkan anak2 naik kendaraan umum, jadi mereka naik antar jemput sekolah.

Tapi sekarang saya harus mem"rela"kan anak sulung saya naik turun kendaraan umum, menuju kantor tempatnya magang. Beruntung rumah dekat dengan stasiun KRL dan juga pangkalan Metromini, jadi dia dapat menggunakan KRL, disambung dengan bus. tapi itu setelah melalui "pelatihan" yang cukup panjang. Mulai dari naik Metromini 74 rempoa - blok M, lalu menuju tempat yang akan dia lalui, atau naik KRL ke Landmark, lalu beberapa "do not" yang harus diketahui ketika kita naik kendaraan umum.

Setelah saya rasa dia cukup bekal untuk di"lepas" di ibukota yang "kejam, maka barulah saya "legawa" melepaskan dia kepelukan kejamnya ibukota.. semoga Tuhan selalu melindungi anak saya, dan please ibukota "jagalah anakku dari kekejamanmu.. antarkanlah dia kerumah dengan tanpa kurang suatu apapun".



Tuesday, December 04, 2007

  TV PROGRAME

Ada acara televisi yang bikin muak yaitu infotainment, yang mengupas para celebrities (?) di Indonesia, yang makin lama makin norak. Bagaimana tidak norak (eh apa ya bahasa Indonesianya : NORAK!), berita yang tidak penting dikejar2, pertanyaan wartawannya juga norak, apalagi celebrities nya. Paling sakit hati itu bintang2 muda yang ditonjolkan, dengan limpahan materi yang mereka dapat, padahal umur baru belasan tahun, apa tidak memberi efek tidak baik buat sesama remaja lainya.

Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana noraknya si wartawan dan (apalagi!) si celebrity yang dikejar. Jadi ketika itu saya sedang fitness, tiba2 ruangan jadi ramai, ada seorang cameraman sedang membidik 2 orang remaja (sumpah saya tidak kenal mereka), dan ada seorang wanita berjilbab (wartawannya), yang mengejar, dan bertanya : "mbak lagi ngapain disini" (konyol kan, sudah tahu itu fitness ya ngapain lagi.. mancing?).. terus si remaja dengan wajah2 jumawanya senyum2 menyebalkan jawab malu2 (dzigh) "mau fitness" dslbnya pertanyaan yang tidak penting. See how norak they were..

Saya pikir kenapa ya tidak ada acara yang menampilkan kesuksesan remaja lainya yang berhasil menang catur (yang kalau tidak salah bapaknya seorang pengemudi bajaj, maaf kalau salah), atau remaja2 yang sukses di Olympiade mathematic / science dlsbnya. Masih banyak remaja2 yang tough dan sukses dibidang lain, yang kalau dikemas dengan baik bisa tampil bagus acaranya.



eXTReMe Tracker